<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cipta Prima Internusa &#187; News</title>
	<atom:link href="http://cipta-prima.com/category/news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cipta-prima.com</link>
	<description>Telecommunication &#38; Steel Construction, General Supplier</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jun 2010 06:52:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Aspek Keamanan Menara BTS</title>
		<link>http://cipta-prima.com/2010/06/aspek-keamanan-menara-bts/</link>
		<comments>http://cipta-prima.com/2010/06/aspek-keamanan-menara-bts/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 05:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipta-prima.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis Oleh Administrator Thursday, 26 March 2009 Sumber : http://kuliselular.com/2008/05/aspek-keamanan-menara-bts.html Keberadaan menara BTS kerap mengundang polemik di masyarakat. Meski kerap menuai kritik tapi hadirnya menara juga sangat dibutuhkan untuk peningkatan kualitas jaringan komunikasi. Untuk itu masyarakat perlu mengetahui aspek-aspek dasar keamanan pada menara BTS. Berita seputar penolakan warga atas kehadiran menara BTS (base transceiver station) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td width="100%"></td>
<td width="100%" align="right"><a title="PDF" href="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=75" target="_blank"> <img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/templates/gamers_plazza/images/pdf_button.png" border="0" alt="PDF" align="middle" /></a></td>
<td width="100%" align="right"><a title="Cetak" href="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=75&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=75" target="_blank"> <img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/templates/gamers_plazza/images/printButton.png" border="0" alt="Cetak" align="middle" /></a></td>
<td width="100%" align="right"><a title="E-mail" href="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=75&amp;itemid=75" target="_blank"> <img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/templates/gamers_plazza/images/emailButton.png" border="0" alt="E-mail" align="middle" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="70%" align="left" valign="top"><span> Ditulis Oleh Administrator </span></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">Thursday, 26 March 2009</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">
<div><em><strong>Sumber :  http://kuliselular.com/2008/05/aspek-keamanan-menara-bts.html </strong></em></p>
<p><img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/images/stories/BTS/HL-Menara%20Telkomsel%20di%20Batam%20Center.JPG" alt=" " width="150" height="115" align="left" /><em>Keberadaan menara BTS  kerap mengundang polemik di masyarakat. Meski kerap menuai kritik tapi  hadirnya menara juga sangat dibutuhkan untuk peningkatan kualitas  jaringan komunikasi. Untuk itu masyarakat perlu mengetahui aspek-aspek  dasar keamanan pada menara BTS.</em></p>
<p>Berita seputar penolakan  warga atas kehadiran menara BTS (base transceiver station) kerap  terdengar di beberapa surat kabar dan televisi. Umumnya yang menjadi  keluhan warga adalah belum adanya ijin pembangunan dari penduduk  sekitar, ini membuat langkah operator ikut tersendat dalam menggelar  jaringan. Dalam implementasi di lapangan, operator selular umumnya  menggunakan jasa kontraktor untuk keperluan akuisisi site. Penolakan  warga ini dapat dikelompokkan pada segi persoalan teknis dan non teknis.</p></div>
<div>Persoalan teknis umumnya menyangkut ke khawatiran  warga pada efek radiasi dan bahaya rubuhnya tiang menara. Sedang  persoalan non teknis biasanya berkaitan dengan masalah kesepakatan jual  beli dan kepemilikan lahan. Namun dalam tulisan ini hanya dibahas  seputar persoalan teknis. Perlu dipahami terlebih dahulu, guna menggelar  kualitas layanan telekomunikasi selular yang memadai, keberadaan elemen  menara dan antena BTS mau tidak mau memang dibutuhkan. Seiring  bertambahnya jumlah pelanggan suatu operator di suatu wilayah,  peningkatan kapasitas cell menjadi hal yang mutlak. Jika ini tak  diantisipasi sering munculnya drop call di jam-jam sibuk tidak bisa  dihindari lagi, pada akhirnya toh merugikan kepentingan pelanggan  sendiri. Kian padatnya jumlah pelanggan artinya membawa konsekwensi  bertambahnya jumlah menara, contohnya di kota besar seperti Jakarta.</div>
<div>Menjamurnya jumlah menara BTS membawa aneka dampak  psikologis dan sosial, meski sudah ada opsi penggabungan menara beberapa  operator, problem di masyarakat tetap kerap muncul. Untuk itu perlu  diketahui aspek-aspek dasar keamanan dalam pembangunan dan gelaran  menara BTS. Beberapa aspek tersebut adalah</div>
<div><strong>1. Lokasi </strong></div>
<div><img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/images/stories/BTS/gambar%201.JPG" alt=" " width="117" height="85" align="left" />Untuk optimalisasi  jaringan, operator perlu memberikan jarak yang konsisten antar BTS,  semisal per 1,5 kilometer. Tentunya masalah jarak terkait dengan  kepadatan trafik pelanggan di suatu daerah. Umumnya di perkotaan yang  padat pemukiman, operator lebih sulit untuk menciptakan jarak yang  konsisten antar BTS. Ini disebabkan tingkat kesulitan untuk mendapat  lahan tanah (green filed) yang pas.</div>
<div>Untuk  menyiasati persoalan lahan, solusinya adalah gelar menara BTS di atas  gedung bertingkat (roof top). Sebagai informasi saat ini Pemerintah  Daerah DKI Jakarta sudah melarang pembangunan menara baru BTS di green  field.</div>
<div><strong>2. Desain Menara</strong></div>
<div><img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/images/stories/BTS/gambar%202.JPG" alt=" " width="119" height="84" align="left" />Desain menara BTS tentu  tidak selalu sama, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi geografis di  wilayah bersangkutan. Diantara pertimbangan dalam desain yakni faktor  beban menara, kekuatan angin dan kondisi tanah yang kesemuanya harus  memenuhi safety margin yang telah disyaratkan ITU (International  Telecommunication Uinion). Civil engineer dari kontraktor terlibat penuh  dalam hal untuk keperluan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan).</p>
<p>Faktor  beban menara yakni prediksi pemakaian perangkat hardware yang  ditempatkan di atas tower. Semisal tower yang hanya ditempati tiga  antena Trx dan microwave, tentu tidak memerlukan menara rangka tinggi.  Namun umumnya operator sudah menyiapkan beban menara untuk penambahan  beberapa perangkat untuk kebutuhan kedepan, contohnya beban tambahan  hardware 3G.</p>
<p>Lalu faktor kekuatan angin menjadi hal penting pula,  sebelum membangun menara operator telah mendapat informasi kecepatan  angin oleh BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika). Di daerah dengan  kondisi kecepatan angin tinggi biasanya digunakan tipe tower rangka segi  empat atau segi tiga. Umumnya wilayah dengan kecepatan angin tinggi  seperti di ladang persawahan dan pesisir pantai. Kemudian kondisi dan  jenis tanah turut diperhitungkan, ini menyangkut kedalaman tiang  pancang. Kualitas menara harus benar-benar kuat dan tahan terhadap  gempa. “Seperti pada gempa Yogya bulan Mei tahun lalu, tidak satu pun  menara BTS kami yang runtuh,” ujar M. Buldansyah, Direktur Network  Operations XL.</p></div>
<div><strong>3. Radiasi</strong><br />
Soal  radiasi paling populer untuk “menggugat” keberadaan menara BTS.  Sebagaimana layaknya perangkat elektronik, menara BTS memang memancarkan  radiasi. Menjadi ketakutan orang umumnya isu radiasi yang bisa membuat  mandul. Padahal radiasi yang dipancarkan dari perangkat microwave  terbilang kecil, kadarnya pun tak lebih besar dari radiasi yang  ditimbulkan sebuah ponsel. Ditambah lagi penempatan hardware berada di  ketinggian sehingga tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Dalam hal ini  operator dan kontraktor mutlak mengadakan sosialisasi.</div>
<div><strong>Tipe-Tipe  Antena/Tower BTS</strong></div>
<div>1. Monopole<br />
<img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/images/stories/BTS/Monopole.JPG" alt=" " width="128" height="104" align="left" />Bentuk menara ini berupa  tiang pancang tunggal dengan ketinggian biasanya kurang dari 30 meter.  Monopole banyak dijumpai di wilayah perkotaan.</div>
<div>2. Pole<br />
<img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/images/stories/BTS/pole.JPG" alt=" " width="128" height="103" align="left" />Bentuknya simpel seperti  tiang bendera, jenis ini biasa ditempatkan di roof top. Jenis Pole hanya  disebut sebagai antena, bukan menara. Ketinggian Pole biasanya sekitar  10 meter. Setting BTS di gedung-gedung mempunyai kesulitan tinggi, salah  satu sebab yakni penarikan kabel feeder yang panjang dan rumit.</div>
<div>3. Menara Rangka<br />
<img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/images/stories/BTS/rangka.jpg" alt=" " width="128" height="105" align="left" />Dirancang dengan konsep  rangka kokoh, kuat terhadap tekanan angin. Ketinggian tower ini berkisar  antara 30 sampai 70 meter. Umumnya jenis ini banyak menampung hardware  diatasnya. Menara rangka biasa dijumpai di area green field, meski  beberapa juga ada ditempatkan di roof top.</div>
<div><strong>Antena dan Menara BTS Bernuansa  Estetika</strong></div>
<div>Bagi Anda yang tinggal  di perkotaan, cobalah pilih satu tempat entah itu area bisnis, hiburan  atau perumahan. Kemudian lihat dan perhatikan baik-baik sekeliling area  yang dipenuhi dengan bangunan yang beragam dan tersebar memenuhi areal  kota tersebut. Pastilah anda akan menemukan antena-antena dan  menara-menara BTS dari operator selular pada beberapa bagian kota  tersebut.</p>
<p>Andai suatu operator menempatkan satu antena dan menara  BTS di areal tersebut, tentunya bisa anda bayangkan jika ada 9 operator  selular di negara kita yang masing-masing menempatkan antenanya pada  areal tersebut. Kesemrawutan kota akan tampak lebih parah dengan  maraknya menara BTS yang muncul hampir di setiap sudut kota.</p>
<p>Para  perumus industri selular sadar akan hal itu karena menjadi polemik  hampir di semua kota di seluruh dunia, maraknya pembangunan antena dan  menara BTS di perkotaan ditolak oleh berbagai komunitas sosial serta  peraturan perundang-undangan yang beragam dari setiap negara. Untuk  menunjang tuntutan tersebut tanpa mengurangi peran telekomunikasi  selular terutama dari sisi fungsi dan performansi dari perangkat  tersebut, maka diciptakan suatu terobosan dengan mengadopsi antena dan  menara BTS bernuansa estetika. Piranti tersebut secara kasat mata tidak  lagi nampak seperti antena dan menara BTS yang biasa Anda lihat, karena  penempatannya cenderung disesuaikan dengan desain atau dikamuflasikan  dimana antena tersebut ditempatkan.</p>
<p>Satu contoh gedung dengan  desain minimalis, maka piranti yang ditempatkan dapat di desain sesuai  dengan warna dan model dari gedung yang bersangkutan, sehingga lebih  menyerupai ornamen ketimbang antena dan menara BTS pada umumnya.</p>
<p>Jika  terobosan tersebut diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan, tentunya hal  ini akan menguntungkan semua pihak seperti yang sudah diimplementasi  oleh beberapa negara Eropa. Di Tanah Air pun konsep tersebut sudah  dijabarkan, contohnya dalam hal ini Peraturan Gubernur DKI Jakarta no.  89 tahun 2006 tentang pembangunan dan penataan menara telekomunikasi.  Disitu disebutkan salah satunya pembangunan menara telekomunikasi  khususnya untuk jaringan selular agar dikamuflase. Artinya pemerintah  pun sudah menekankan nilai estetika tata kota untuk ditaati oleh pelaku  bisnis telekomunikasi. Kalau undang-undangnya sudah ada berarti kita  sebagai komunitas sosial tinggal menunggu dan memantau pelaksanaannya.</p></div>
<div>
<div style="text-align: center"><img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/images/stories/BTS/gambar%208.jpeg" alt=" " width="197" height="184" /></div>
<p><img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/images/stories/BTS/gambar%209.jpeg" alt=" " align="baseline" /></p>
<div style="text-align: center"><img src="http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/images/stories/BTS/gambar%209.JPG" alt=" " width="196" height="182" /></div>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" align="left"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<img src="http://cipta-prima.com/?ak_action=api_record_view&id=238&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipta-prima.com/2010/06/aspek-keamanan-menara-bts/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bila Cemara dan Kaktus menjadi Menara BTS</title>
		<link>http://cipta-prima.com/2010/06/bila-cemara-dan-kaktus-menjadi-menara-bts-sabtu-03-april-2010-1106-wib/</link>
		<comments>http://cipta-prima.com/2010/06/bila-cemara-dan-kaktus-menjadi-menara-bts-sabtu-03-april-2010-1106-wib/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 04:24:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipta-prima.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[TEMPO Interaktif, Jakarta &#8211; Beberapa daerah di Tanah Air berencana merobohkan menara base transceiver station (BTS). Mereka berdalih, menara tersebut tidak berizin. Ada pula yang menyebut menara itu tidak estetis dan berjejalan di satu lokasi. CTIA, yang diselenggarakan di Las Vegas, menampilkan menara BTS yang visioner. Bentuknya tidak lurus menjulang, namun menyerupai pohon. Menara ala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><img src="/DOCUME%7E1/ACERON%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /><img src="/DOCUME%7E1/ACERON%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /><span style="color: #666666"><strong>TEMPO <em>Interaktif</em></strong></span>,  <span style="color: #666666"><strong>Jakarta</strong></span> &#8211; Beberapa daerah  di Tanah Air berencana merobohkan menara base transceiver station  (BTS). Mereka berdalih, menara tersebut tidak berizin. Ada pula yang  menyebut menara itu tidak estetis dan berjejalan di satu lokasi.</p>
<p>CTIA,  yang diselenggarakan di Las Vegas, menampilkan menara BTS yang  visioner. Bentuknya tidak lurus menjulang, namun menyerupai pohon.  Menara ala pohon jadi-jadian ini dibuat oleh perusahaan Cell Tree Inc,  yang sejak 1999 bergerak di bidang menara telekomunikasi.</p>
<p>Perusahaan  ini mengklaim telah &#8220;menanam&#8221; menaranya di 200 lokasi tiap tahunnya.  Cell Trees memproduksi sendiri dan mengontrol kualitas dengan tes  kecepatan di lapangan yang mencapai 150 mil per jam. Mereka mempunyai  spesialisasi membuat pohon cemara, palem, daun broad, kaktus, atau tiang  bendera.</p>
<p>Tak hanya di Amerika Serikat, menara yang  dikamuflasekan dengan pohon ini pun mulai banyak dijumpai di tempat  lain, seperti Italia. Jangan heran melihat sebuah foto di akun Multiply  milik Katesrananing, pohon menara pun ternyata sudah ada di Cianjur dan  di Jakarta.</p>
<p><img src="http://image.tempointeraktif.com/?id=30552" alt="Menara BTS" hspace="10" align="left" />Menara pohon ala Cell Trees  bisa jadi solusi mengatasi kecenderungan efisiensi dan estetika.  Pemerintah memang meminta operator berbagi secara bersama dalam satu  menara. Para operator sudah menggagas soal ini. Mereka mencoba  menyajikan konsep menara ini agar lebih sejuk dipandang mata. Tak hanya  dengan wujud menara secara telanjang dengan tiga kaki terpancang, tapi  juga mulai dibentuk pepohonan, atau di billboard dan gedung-gedung  pencakar langit.</p>
<p>Beberapa kota juga telah menggagas penyamaran  menara ini, seperti Malang atau Surabaya. Bahkan Wali Kota Surabaya  telah mengaturnya dalam bentuk Peraturan Wali Kota Nomor 3 Tahun 2008  tentang Pembangunan dan Penataan Menara Telekomunikasi di Surabaya. Pada  pasal 1, poin 11 mengatur tentang menara telekomunikasi kamuflase. Di  poin itu dikatakan, bentuk desainnya diselaraskan dengan lingkungan  menara tersebut.</p></div>
<img src="http://cipta-prima.com/?ak_action=api_record_view&id=234&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipta-prima.com/2010/06/bila-cemara-dan-kaktus-menjadi-menara-bts-sabtu-03-april-2010-1106-wib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>XL Uji Coba 4G LTE Semester II-2010</title>
		<link>http://cipta-prima.com/2010/04/xl-uji-coba-4g-lte-semester-ii-2010/</link>
		<comments>http://cipta-prima.com/2010/04/xl-uji-coba-4g-lte-semester-ii-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 04:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipta-prima.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Achmad Rouzni Noor II &#8211; detikinet BTS (ist) Jakarta Operator telekomunikasi XL Axiata akan menguji coba jaringan pita lebar seluler generasi keempatnya (4G) di Indonesia dengan menggunakan teknologi Long Term Evolution (LTE) pada semester II-2010. Roadmap pembangunan jaringan LTE ini akan dicanangkan XL melalui kesepakatan awal dengan vendor jaringan Ericsson untuk melakukan kajian teknis bersama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Achmad Rouzni Noor II &#8211; detikinet  BTS (ist)  Jakarta </em></p>
<p>Operator telekomunikasi XL Axiata akan menguji coba jaringan pita lebar seluler generasi keempatnya (4G) di Indonesia dengan menggunakan teknologi Long Term Evolution (LTE) pada semester II-2010.  Roadmap pembangunan jaringan LTE ini akan dicanangkan XL melalui kesepakatan awal dengan vendor jaringan Ericsson untuk melakukan kajian teknis bersama sekaligus menguji coba manfaatnya, dalam waktu dekat.  &#8220;XL sangat serius untuk mempelajari kemungkinan penerapan teknologi LTE di Indonesia,&#8221; kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi di sela kesepakatan persiapan uji coba LTE bersama Ericsson di Jakarta, Senin (26/4/2010).  Untuk melakukan uji coba LTE ini, kedua belah pihak masih akan menunggu proses perizinan dari pemerintah. Uji coba ini rencananya akan diadakan pada semester kedua tahun ini.  Dalam uji coba ini, Ericsson akan menyediakan perangkat dan tenaga ahlinya. Selain itu, uji coba LTE ini nantinya juga akan melibatkan pemerintah dan dunia pendidikan dengan menggandeng akademisi dan universitas.   Evolusi Teknologi Seluler Menuju Broadband Berbasis IP  LTE sendiri bisa disebut sebagai evolusi teknologi seluler menuju jaringan pita lebar (broadband) berbasis IP (internet protocol) secara menyeluruh (end to end). LTE merupakan pengembangan dari teknologi 3G yang lebih tinggi dibanding HSPA+ dengan kecepatan data transfer maksimum 100 Mbps.  &#8220;Bagi pelanggan seluler, dengan kecepatan download hingga 150 Mbps dan latensi yang rendah, LTE memungkinkan mereka untuk mendapatkan layanan data/internet dengan kecepatan maksimal, baik untuk email, file upload, VoIP, video, mobile TV, multi-user gaming, atau transfer data P2P,&#8221; kata Direktur Network XL, Dian Siswarini.  Selain itu, lanjut dia, LTE juga mampu menjangkau pelanggan lebih luas hingga radius 5 km. LTE dipilih XL karena bisa memanfaatkan existing teknologi yang sudah ada dan tidak perlu membangun infrastruktur baru, baik radio hingga core network, seperti Wimax.  Menurut Regional Head of South East Asia &amp; Oceania Ericsson, Arun Bansal, kesepakatan uji coba LTE bersama XL ini akan semakin memperkuat komitmen dari vendor asal Swedia itu untuk memberikan solusi terbaik bagi layanan telekomunikasi di Indonesia. ( rou / fw )</p>
<img src="http://cipta-prima.com/?ak_action=api_record_view&id=231&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipta-prima.com/2010/04/xl-uji-coba-4g-lte-semester-ii-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membaca Konstelasi Pemain Tower</title>
		<link>http://cipta-prima.com/2010/04/membaca-konstelasi-pemain-tower/</link>
		<comments>http://cipta-prima.com/2010/04/membaca-konstelasi-pemain-tower/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 07:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipta-prima.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis menara telekomunikasi sudah dimulai dari unit bisnis pendirian menara sejak tahun 2000 oleh Indonesian Tower. Dan sejak tahun 2008, paska ditetapkannya Permen Kominfo No. 2 tahun 2008, bisnis menara telekomunikasi terdiversifikasi ke arah bisnis penyewaan menara. Perusahaan tower provider yang sebelumnya fokus ke bisnis pendirian menara, secara cepat mengembangkan unit bisnis penyewaan menara yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bisnis menara telekomunikasi sudah dimulai dari unit bisnis pendirian menara  sejak tahun 2000 oleh Indonesian Tower. Dan sejak tahun 2008, paska ditetapkannya Permen Kominfo No. 2 tahun 2008, bisnis menara telekomunikasi terdiversifikasi ke arah bisnis penyewaan menara. Perusahaan tower provider yang sebelumnya fokus ke bisnis pendirian menara, secara cepat mengembangkan unit bisnis penyewaan menara yang masih cukup baru, dan diperkirakan akan booming dalam beberapa tahun ke depan. Beberapa pemain lama seperti Indonesian Tower, Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), Konselindo &amp; Metrosel, dan lain-lain mulai berbenah menyusun strategi investment dan restrukturisasi guna menggarap segmen bisnis penyewaan menara.  XL Towers Excelcomindo Pratama (XL) sejak tahun 2008, secara serius membuat unit usaha baru yang khusus menggarap bisnis menara yang dinamakan XL Towers. XL Towers berencana menggaet beberapa perusahaan tower provider lokal dengan tujuan untuk mengakomodasi pelibatan perusahaan domestik, dan memperkuat jaringan bisnis penyewaan menara. Sejak tahun 2008, XL Towers sudah memiliki 7000 menara dengan jumlah kolokasi mencapai 8.000 titik, dan dalam beberapa tahun ke depan akan melakukan roll out hingga 12.000 menara. XL Towers dinilai sebagai perusahaan tower provider terbesar pertama di Indonesia yang cukup agresif. (sumber : Company Estimates, Broker Research, 2008).  Indonesian Tower Indonesian Tower adalah pemain utama yang sudah berkecimpung di bisnis menara telekomunikasi sejak tahun 2000. Keberadaannya sebagai perusahaan yang fokus di bidang ini, menjadikan perusahaan ini jauh lebih mature dibanding pesaing utamanya, XL Towers. Proses bisnis di Indonesian Tower dijalankan secara matang dan cepat, di mana semua proses kerja yang terjadi  &#8211; mulai dari site acquisition (SITAC) hingga pembangunan dan implementasi — berlangsung kurang dari 100 hari. Sebagai bagian dari pendekatan berbasis kualitas, Indonesian Tower dianugerahi sertifikat ISO 9001:2000.  Telkom berencana mengakuisisi 80% saham Indonesian Tower senilai kurang lebih Rp. 1 Triliun, pada akhir tahun 2009 ini. Bisa dipastikan, keberadaan Indonesian Tower di bidang bisnis menara telekomunikasi akan semakin menguat dan dominan.  Indonesian Tower merupakan perusahaan tower provider terbesar kedua, setelah XL Towers. Memiliki 1816 menara dengan jumlah kolokasi mencapai 2.429 titik. (sumber : Company Estimates, Broker Research, 2008).  Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) Protelindo merupakan anak perusahaan Pan Asia Tower Investment asal Singapura, yang khusus menggarap segmen pendirian, penyediaan, dan penyewaan menara telekomunikasi. Tahun 2008 kemarin, Protelindo telah memiliki 900 menara telekomunikasi, dan jumlah kolokasi mencapai 1.300 titik &#8211; tersebar diantaranya di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat. Merupakan perusahaan tower provider terbesar ketiga di Indonesia. (sumber : Company Estimates, Broker Research).  Dan di tahun yang sama, Protelindo telah memenangkan lelang pembelian menara milik Hutchison sebanyak 3.692 buah. Tetapi, peristiwa ini dinilai oleh Pemerintah sebagai pelanggaran hukum, mengingat kepemilikan asset menara telekomunikasi tidak diperkenankan pihak asing.  Tahun 2009 ini, Protelindo sedang melakukan penawaran saham perdana (IPO) sebanyak 10% dari total saham yang dimiliki perseroan.  Tower Bersama Group (TBG) Sejak tahun 2008, Tower Bersama Group (TBG) cukup agresif melakukan akuisisi menara-menara telekomunikasi dan pendirian menara-menara baru. Sebanyak 500 menara milik Mobile 8 Telecom (Fren) telah diakuisisi, dan hingga tahun 2009 ini Tower Bersama Group telah memiliki 700 menara yang siap untuk disewakan ke semua operator. Perusahaan ini memiliki capital yang cukup kuat untuk melakukan rencana akuisisi menara-menara milik operator, diantaranya sebanyak 7000 menara XL yang sebelumnya akan dijual &#8211; tapi gagal. TBG adalah perusahaan tower provider terbesar keempat di Indonesia (sumber : Company Estimates, Broker Research, 2008).  Kompetitor Lainnya Kompetitor-kompetitor kecil dan baru diprediksi akan banyak bermunculan, terutama di daerah-daerah yang sudah mulai peka terhadap isu tower sharing. Regulasi di tingkat pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, dan kota) di berbagai wilayah di Indonesia, akan berimbas terhadap munculnya perusahaan-perusahaan tower provider lokal yang akan turut serta meramaikan pasar menara telekomunikasi.  Hal yang juga tak kalah agresif adalah keinginan perusahaan-perusahaan tower provider asing yang siap menggarap lahan bisnis ini di Indonesia. Regulasi pemerintah yang melarang kepemilikan menara telekomunikasi oleh pihak asing pun sedang hangat dibicarakan, dan sebagian investor meminta untuk meninjau ulang keputusan tersebut. Jika ke depannya nanti regulasi ini akan dicabut, maka perusahaan-perusahaan tower provider asing akan berebut masuk ke Indonesia, diantaranya American Tower dan Tower Vision. Atau setidaknya, perusahaan asing akan berkolaborasi dengan perusahaan lokal dalam menggarap segmen ini. ?</p>
<img src="http://cipta-prima.com/?ak_action=api_record_view&id=209&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipta-prima.com/2010/04/membaca-konstelasi-pemain-tower/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenaikan Harga Besi Dalam Negeri &#8211; April 2010</title>
		<link>http://cipta-prima.com/2010/04/kenaikan-harga-besi-dalam-negeri-april-2010/</link>
		<comments>http://cipta-prima.com/2010/04/kenaikan-harga-besi-dalam-negeri-april-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 08:19:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipta-prima.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana yang sudah dilansir oleh Okezone.com pada artikelnya di bulan Maret 2010, mengenai kenaikan harga bijih besi pada April 2010. Pada praktek di lapangan, harga mulai merangkak naik dan distributor raw material mulai menahan material untuk melihat situasi dan perkembangan kondisi pasar. Menurut Direktur Pemasaran PT. Krakatau Steel (KS) Irvan Kamal Hakim, tren kenaikan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagaimana yang sudah dilansir oleh <a href="http://economy.okezone.com/read/2010/03/09/320/310850/harga-bijih-besi-mulai-naik-april-2010" target="_blank">Okezone.com</a> pada artikelnya di bulan Maret 2010, mengenai kenaikan harga bijih besi pada April 2010. Pada praktek di lapangan, harga mulai merangkak naik dan distributor raw material mulai menahan material untuk melihat situasi dan perkembangan kondisi pasar.</p>
<p>Menurut Direktur Pemasaran PT. Krakatau Steel (KS) Irvan Kamal Hakim, tren kenaikan ini akan berlanjut sampai dengan bulan Juni 2010.</p>
<p>Kenaikan harga bijih besi (iron ore) yang merupakan bahan baku industri baja, berdampak pada harga baja dalam negeri yang mulai merangkak naik pada April 2010.</p>
<p>Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel (KS) Irvan Kamal Hakim mengatakan, tren kenaikan harga baja baik internasional maupun dalam negeri akan terjadi hingga Juni 2010. Harga baja internasional diprediksiikan akan berada pada kisaran USD750 hingga USD900 ton untuk HRC (baja canai panas/hot rolled atau baja pelat hitam).</p>
<p>KS, kata dia, sudah satu minggu menghentikan transaksi. Karena,pihaknya ingin mengetahui ke arah mana kenaikan dari harga bahan baku. Di antaranya, lanjut dia, yaitu bijih besi dan scrap atau besi tua. Untuk biji besi, menurutnya, diperkirakan naik hingga 70 persen pada 2010.</p>
<p>&#8220;KS sebagai produsen HRC, menaikkan harga jual sejalan dengan estimasi kenaikan iron ore, karena kita menggunakan iron ore pellet yang bentuknya seperti kelereng. Akibatnya, kita juga harus perhitungkan harga baja di pasar dalam negeri. Jadi penyebabnya cost push, sehingga kita menaikkan harga jual,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain itu peningkatan harga baja juga ditopang oleh meningkatnya permintaan dunia dan China. &#8220;China itu, setiap Imlek tidak memproduksi dan tidak ada permintaan,&#8221; tutur Irvan.</p>
<p>Kenaikan harga baja, Irvan mengungkapkan, juga didorong oleh naiknya harga minyak dunia, karena dengan naiknya harga minyak dunia akan menyebabkan biaya angkut bahan baku meningkat. &#8220;Saat ini harga minyak dunia mencapai USD82 per barel,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Irvan mengatakan, faktor dari dalam negeri juga mendukung naiknya harga baja dalam negeri. Sehingga faktor eksternal didukung oleh membaiknya perdagangan internasional terutama ekspor, sedangkan internal dipengaruhi belanja pemerintah.</p>
<p>Dengan adanya kenaikan harga baja ini, Irvan memprediksikan, akan ada kenaikan produk hilir dari baja seperti seterika, AC, dan mobil. Namun Irvan belum mengetahui besar kenaikannya.</p>
<p>&#8220;Biasanya untuk kenaikan harga iron ore sebesar 40 persen maka harga baja naik sebesar 20 persen, kalau untuk barang jadi saya tidak begitu mengetahui, yang pasti ada kenaikan,&#8221; tukas dia.</p>
<p>Tabung Gas</p>
<p>Sementara itu, Irvan memprediksikan, akan ada peningkatan permintaan baja dari KS sebesar 10 persen setiap bulannya jika proyek tabung gas elpiji 3 kg terjadi.</p>
<p>&#8220;Tahun ini kepastian proyek gas elpiji 3 kg belum ada kepastian, karena masih dibicarakan, tapi kalau ada ini memberi dampak yang baik. Kita tunggu keputusan Pertamina,&#8221; kata dia.</p>
<p>Untuk harga baja bagi proyek tabung 3 kg ini, Irvan menambahkan, tidak ada kenaikan, karena ini merupakan proyek pemerintah sehingga harga sudah ditentukan.(Sandra Karina/Koran SI/ade) &#8211; <a href="http://economy.okezone.com/read/2010/03/09/320/310850/harga-bijih-besi-mulai-naik-april-2010" target="_blank">OKEZONE</a>.</p>
<p><a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/10/128400/23/2/Harga-Baja-Domestik-Merangkak-Naik" target="_blank">MediaIndonesia</a> :</p>
<p>Harga baja domestik diprediksi meningkat untuk pengiriman April-Juni 2010. Untuk jenis baja hot rolled coil  (HRC), harganya akan berada pada kisaran Rp8.350 per kg pada April, Rp8.750 per kg pada Mei, dan Rp8.900 per kg pada Juni.</p>
<p>Untuk jenis cold rolled coil (CRC), harga untuk pengiriman April akan berada di Rp9.000 per kg, serta Rp9.900 per kg pada Mei dan Rp10.400 per kg pada Juni. Untuk jenis baja wire rod berturut-turut harganya mulai April-Juni adalah Rp7.250, Rp7.650, Rp7.950 per kg.</p>
<p>Sementara itu, harga produk baja hilir, seperti paku dan besi beton juga mengalami kenaikan. Untuk pengiriman April-Juni, harga paku berturut-turut Rp8.250, Rp8.700, dan Rp8.900 per kg. Sedangkan harga besi beton untuk pengiriman April-Juni berturut-turut Rp8.200, Rp8.650, dan Rp8.800 per kg.</p>
<p>Menurut Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel (KS) Irvan Kamal, Selasa (9/3), kenaikan harga baja domestik sebagian besar dipengaruhi oleh melonjaknya harga bahan baku baja, yaitu bijih besi sebesar 50-60%. Saat ini harga bijih besi berada pada kisaran US$90-US$120 per ton.</p>
<p>Permintaan baja di China dan luar China yang meningkat, khususnya setelah libur tahun baru, juga membuat harga baja domestik naik. Kenaikan harga baja domestik juga ditambah dengan kenaikan harga scrap internasional yang saat ini dipasarkan di kisaran US$375.</p>
<p>&#8220;Harga-harga ini masih tergantung lagi dengan harga minyak mentah dunia yang sudah hampir menyentuh US$82 per barel,&#8221; tambah Irvan. (*/OL-03)</p>
<img src="http://cipta-prima.com/?ak_action=api_record_view&id=203&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipta-prima.com/2010/04/kenaikan-harga-besi-dalam-negeri-april-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
