<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cipta Prima Internusa &#187; okan</title>
	<atom:link href="http://cipta-prima.com/author/okan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cipta-prima.com</link>
	<description>Telecommunication &#38; Steel Construction, General Supplier</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jun 2010 06:52:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Bisnis Telekomunikasi 2010</title>
		<link>http://cipta-prima.com/2010/02/bisnis-telekomunikasi-2010/</link>
		<comments>http://cipta-prima.com/2010/02/bisnis-telekomunikasi-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 05:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okan</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipta-prima.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melalui masa suram pada awal 2009, bisnis telekomunikasi di Indonesia diprediksi bakal bersinar kembali. Bahkan pertumbuhannya diprediksi minimal 10 persen. Demikian diungkapkan oleh founder dan CEO MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya. Optimisme tersebut disampaikan olehnya karena dirinya melihat kondisi makro perekonomian di 2010 mulai membaik bahkan cenderung bersinar. “The sky looks brighter, ini gambaran kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melalui masa suram pada awal 2009, bisnis telekomunikasi di Indonesia diprediksi bakal bersinar kembali. Bahkan pertumbuhannya diprediksi minimal 10 persen. Demikian diungkapkan oleh founder dan CEO MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya.</p>
<p>Optimisme tersebut disampaikan olehnya karena dirinya melihat kondisi makro perekonomian di 2010 mulai membaik bahkan cenderung bersinar.</p>
<p>“The sky looks brighter, ini gambaran kami melihat kondisi makro tahun depan. Kembali normal bahkan lebih bersinar,” paparnya.</p>
<p>Bahkan, imbuhnya, bisnis telkomunikasi di Indonesia minimal akan tumbuh 10 persen. Hal ini terjadi karena tren pada 2010 nantinya akan lebih banyak ke arah konten.</p>
<p>“Broadband network dan business models akan mendukung smart automated society dan memanjakan costumer experience. Ini kata Ketua Asosiasi Telepon Seluler Indonesia. Dan saya percaya sama beliau,” katanya menjelaskan.</p>
<p>Hernawan menambahkan kondisi tersebut harus dipahami sebagai peluang untuk pendekatan new wave marketing yang bersifat low budget, high impact. Namun hal tersebut tidaklah cukup untuk mendukung bisnis tahun depan.</p>
<p>“Harus dipertajam dengan apa yang kita sebut sebagai connect marketing,” tegasnya.<img class="aligncenter size-full wp-image-165" src="http://cipta-prima.com/wp-content/uploads/2010/02/telko.jpg" alt="telko" width="200" height="200" /></p>
<img src="http://cipta-prima.com/?ak_action=api_record_view&id=164&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipta-prima.com/2010/02/bisnis-telekomunikasi-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Era TV Digital di Indonesia</title>
		<link>http://cipta-prima.com/2010/02/era-tv-digital-di-indonesia/</link>
		<comments>http://cipta-prima.com/2010/02/era-tv-digital-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 05:09:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>okan</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cipta-prima.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Rencananya pada tahun 2015, Indonesia akan menerapkan digitalisasi TV. Sejak 4 konsorsium TV digital melakukan uji coba pada 3 Agustus 2008 dan peresmian dilakukan pada 20 Mei 2009, sosialisasi tentang TV digital terus dilakukan. Standar siaran yang digunakan adalah DVB-T. Aplikasi teknologi digital pada sistem penyiaran TV dikembangkan di pertengahan tahun 90-an dan diuji cobakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-159" src="http://cipta-prima.com/wp-content/uploads/2010/02/typical-satellite-set-top-box-operation-300x214.gif" alt="typical satellite set-top box operation" width="300" height="214" />Rencananya pada tahun 2015, Indonesia akan menerapkan digitalisasi TV. Sejak 4 konsorsium TV digital melakukan uji coba pada 3 Agustus 2008 dan peresmian dilakukan pada 20 Mei 2009, sosialisasi tentang TV digital terus dilakukan. Standar siaran yang digunakan adalah DVB-T.</p>
<p>Aplikasi teknologi digital pada sistem penyiaran TV dikembangkan di pertengahan tahun 90-an dan diuji cobakan pada tahun 2000. Ujicoba sistem tersebut dilakukan sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV digital yang paling ekonomis, sesuai dengan kebutuhan dari negara yang mengoperasikan.</p>
<p><strong>Sistem Pemancar TV Digital</strong></p>
<p>Di dunia ini terdapat 3 standar TV digital. Standar pertama digunakan oleh Amerika Serikat berupa standar DTV (Digital Television), kemudian di Eropa ada DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial) dan Jepang dengan sitem ISDB-Y (Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial). Ketiga standar tersebut tentu memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing.</p>
<p>Kabarnya dari ketiga standar tersebut, ISDB-T versi Jepang terkenal paling fleksibel dan memiliki lebih banyak kelebihan, terutama pada penerima yang bergerak (mobile). ISDB-T lebih tahan terhadap efek ‘Doppler’. Efek ‘doppler’ adalah perubahan nyata frekuensi atau panjang gelombang dari sebuah gelombang yang diterima oleh pengamat bergerak relatif sesuai ke sumber gelombang. <strong></strong></p>
<p><strong>Beda TV Analog dan TV Digital</strong><br />
Secara teknis, perbandingan lebar pita frekuensi yang digunakan TV analog dan TV digital adalah 1 : 6. Artinya bila pada teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka pada teknologi digital dengan lebar pita frekuensi yang sama dengan teknik multiplex, dapat memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus dengan program yang berbeda.</p>
<p>Selain ditunjang teknologi penerima yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, TV digital ditunjang oleh produksi peralatan audio visual (video camera dan lainnya) yang menggunakan format digital dan sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan dapat diperluas.</p>
<p>Teknologi digital efisien dalam pemanfaatan spektrum. Satu penyelenggara televisi digital memanfaatkan spektrum dalam jumlah yang cukup besar. Artinya, tidak hanya 1 (satu) kanal pembawa melainkan lebih. Penyelenggara berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan, yang mentransmisikan secara teresterial program dari stasiun televisi lain menjadi satu paket layanan sebagaimana penyelenggaraan televisi kabel berlangganan yang ada saat ini.</p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/acer/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
<img src="http://cipta-prima.com/?ak_action=api_record_view&id=158&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cipta-prima.com/2010/02/era-tv-digital-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
