Depkominfo RI Entaskan Green BTS & Desa Berinternet; Rampung di 2010
Bekerjasama dengan Deptan untuk BioGas
Penghujung tahun 2009 menjadi saksi atas momentum Depkominfo RI sebagai garda terdepan dunia ICT tanah air. 2010 menjadi tahun percepatan realisasi program-program multifungsional agar seluruh masyarakat mengakses informasi dan berkomunikasi.
Depkominfo, Jakarta, Kabarindo- Menarik karena Ir. Tifatul Sembiring selaku Menkominfo RI berjanji melanjutkan program yang sudah tersusun rapi dan terprogram dari pendahulunya, Muh Nuh.
“Saya memulai hal yang signifikan dalam dua bulan terakhir ini dengan melaunching penyambungan NTB ke NTT untukĀ FO (Fiber Optik),desa berdering, target 10 Ribu desa berinternet. Ditambah dengan Green BTS kerjasama dengan Departemen Pertanian untuk biogas dari kotoran sapi untuk menyuplay energi atau BBM untuk BTS yang tersebar di seluruh nusantara sehingga tidak bergantung lagi dengan PLN atau Solar sehingga Green untuk BUMI,” lanjutnya mantap.
Tidak ada lagi solar untuk mesin diesel ataukah penghematan listrik sehingga sarana vital telekomunikasi dari BTS-BTS seluruh Indonesia ikut mendukung penghijauan lingkungan. Penggunaan BioGas tidak saja berkonotasi Green BTS tapi juga Eco Green yang lebih hemat dan efektif. Lalu berlanjut dengan program 10.000 desa berinternet dan memperkenalkan aktivasi secara simultan dari E-Gov.
Hal tersebut digarisbawahi saat bertemu dalam presscon refleksi akhir tahun jelang tahun baru 2010. Terakhir adalah 4 fokus pelayanan Depkominfo awal tahun 2010 mendatang adalah ELearning,EBusiness, dan EGoverment sehingga target awal tahun 2010 seluruh kantor pemerintahan sudah papeless alias tidak menggunakan kertasa lagi tapi dengan EGov atau jaringan internet semua sudah bisa terkoneksi dalam semua server seluruh nusantara.
Artinya tahun 2010, angka penggunaan kertas dan pemborosan yang diakibatkan dapat diturunkan hingga 0%. Tidak ada lagi kertas yang diprint atau kertas faksimili tapi semuanya dengan adanya server dengan koneksitas se-nusantara dapat sharing informasi dan melakukan teleconference.
Data terupdate atau tersharing secara nasional dengan LAN dan koneksi internet nusantara apalagi untuk menjangkau desa-desa terpencil atau daerah perbatasan sudah ada M-CAP. Bayangkan saja bahan baku kertas dari kayu-kayu dari hutan Indonesia terselamatkan. Hutan Indonesia tetap menjadi sumber penghasil karbon dunia dan dengan kekayaan ragam flora dan faunanya.
Sementara itu terungkap pula suda ada 33 unit untuk 33 Provinsi dan rata-rata sudah diterima oleh Gubernur masing-masing dan selanjutnya akan diserahterimakan kepada Departemen Kominfo tiap provinsi.
Dengan 3 fungsi yakni; Unit pembelajaran berbasis teknologi informasi komunikasi serta akses internet, akses layanan telepon dan kegiatan diseminasi informasi secara audio visual. M- CAP memiliki kelengkapan komputer, telepon, faksimili serta pencetak digital, untuk meningkatkan minat belajar pemahaman teknologi informasi dan komunikasi (e-literasi) serta menyebarkan informasi, ilmu, teknologi dan seni budaya secara aktual dalam rangka memperluas cakrawala pengetahuan dan wawasan global.
Popularity: 1% [?]






Be The First To Comment
Related Post
Please Leave Your Comments Below