|
VIVAnews – Turut membantu dalam upaya memperlambat pemanasan global, 3 (Tri), produk GSM milik Hutchison CP Telecommunications (HCPT) akan mengoperasikan 200 menara base transceiver station (BTS) yang menggunakan bahan bakar hidrogen.
Ke-200 menara BTS yang diperkirakan akan rampung tahun depan ini akan melengkapi 10 menara BTS hidrogen yang telah beroperasi sejak Februari silam.
“Dengan total 210 BTS bertenaga hidrogen, kami akan menjadi operator telekomunikasi pertama di Asia yang mengoperasikan BTS hidrogen secara komersial dengan skala besar,” kata Benoit Hansen, Direktur Teknis HCPT Indonesia, di sela jumpa pers di Pondok Gede, Jakarta, 23 November 2009.
Menara BTS Hidrogen memanfaatkan sel energi hidrogen, yang mana pertama kali digunakan oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration). Sel ini, dijelaskan Hansen, nantinya akan menggantikan generator diesel konvensional, yang menimbulkan polusi udara dan berisiko untuk mempertipis lapisan ozon.
“Prosesnya sederhana. Perpaduan sel-sel hidrogen dan oksigen (O2) akan dikonversi menjadi energi dan air. Ini jauh lebih ramah lingkungan, tanpa polusi udara dan suara. Bahkan, sisanya hanya berupa air bersih,” ucap Hansen.
Selain mengurangi polusi, dijelaskannya, menara BTS hidrogen juga memberikan cadangan listrik yang lebih tahan lama, dan juga menghemat biaya perawatan.
Sekadar diketahui, 210 menara BTS Tri akan tersebar secara bertahap di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali, dimulai hari ini. 210 BTS ini juga akan melengkapi 7.600 BTS (2G/3G) yang telah ada, yang melayani sekitar 7,3 juta pelanggan (per Q309) di Indonesia.
“Menara-menara BTS hidrogen yang kami bangun ini mungkin hanya merupakan percikan kecil dari aksi memperlambat pemanasan global. Tapi, setidaknya bisa menjadi sesuatu yang sangat besar bila semua pihak mulai mempertimbangkan untuk memulai gaya hidup yang ramah lingkungan,” ucap Hansen.
• VIVAnews
Popularity: 4% [?]






Be The First To Comment
Related Post
Please Leave Your Comments Below